DaerahWarta

Wahid Foundation Latih Puluhan Kader Desa Damai, Diantaranya Perwakilan dari Depok

Wahid Foundation menyelenggarakan Training Pencegahan Ekstremisme Kekerasan dan Literasi Hukum.

Kegiatan dengan tema “Memperkuat kapasitas para aktifis atau Kelompok Kerja (Pokja) tentang Pencegahan Intoleransi dan Ekstremisme Kekerasan, Hak – hak Perempuan, dan Mekanisme Perlindungan Berbasis Komunitas” dilaksanakan di Hotel Whiz Prime Pajajaran Bogor, Jawa Barat, pada Jum’at, (25/03) melibatkan 36 peserta dari berbagai perwakilan.

Adapun kader Desa atau Kelurahan Damai Wahid Foundation diantaranya Pokja Desa Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor, Pokja Desa Pondok Udik, Kecamatan Parung Kabupaten Bogor, Pokja Kelurahan Damai Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari Kota Depok, dan Pokja Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

“Peserta terdiri dari banyak elemen seperti kelompok perempuan, pemuda, aparatur pemerintahan, tokoh lintas agama , dan Bhabinkamtibmas,” terang Mujtaba Hamdi, selaku Direktur Ekskutif Wahid Foundation, Jum’at, 25 Maret 2021.

Program yang sudah berjalan sejak 2017 silam telah bekerjasama dengan UN Woman. Adapaun bentuk kerjasama adalah mengembangkan Program Women Participation for Inclusive Society (WISE), mendorong partisipasi perempuan di tingkat lokal di tiga wilayah, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Dalam sambutan pada acara pelatihan, Mujtaba Hamdi, mengatakan program Desa Damai selaras dengan tujuan pembangunan pemerintah yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Misalnya pemerintah Indonesia mencanangkan program yang sifatnya holisitik yang namanya Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini tujuannya sama seperti SDGs,seperti perempuan, perdamaian, dan pengurangan kekerasan,” tuturnya Ketika membuka Training Pencegahan Ekstremisme Kekerasan dan Literasi Hukum.

Masih dalam sambutan, Mujtaba juga menjelaskan ada cara pendekatan khusus di tingkat PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) untuk membangun perdamaian di tingkat lokal. Bahwa PBB, berbicara perdamaian memakai prinsip pendekatan Keamanan Manusia (human security approach).

“Artinya manusia tidak hanya harus bebas dari kriminalitas atau konflik peperangan, akan tetapi seharusnya bebas dari berbagai hal yang memungkinkan memicu konflik seperti ketimpangan status sosial, ketimpangan status beragama, ekonomi dan akses keadilan sehingga Program Desa Damai pun masuk dalam trek pendekatan tersebut,”Jelasnya.

Dari pendekatan dengan cara PBB tersebut, Mujtaba menyimpulkan bahwa ketimpangan yang dialami manusia bisa memicu konflik.

”Pentingnya Peran tim pokja berkewajiban membantu mengakses keadilan untuk masyarakat. Terutama keadilan pengarusutamaan perempuan,” tegas Mujtaba.

Selain itu Program Desa Damai juga selaras dengan Perpres Nomor 7 tahun 2021 tentang RAN PE (Rencana Aksi Nasional Penanggulan Ekstremisme Berbasis Kekerasan) yang mengara kepada Terorisme.

Untuk diketahui, Training dilaksanakan pada Jum’at sampai Minggu, 26-28 Maret 2021. Kegiatan ini sengaja digelar dalam rangka untuk membekali Pokja Desaatau Kelurahan Damai mengenai hukum dan hak asasi manusia, meliputi peran perempuan dalam pencegahan ekstremisme kekerasan, tafsir keagamaan tentang relasi setara laki – laki dan perempuan, kerangka hukum internasional dan nasional tentang hak asasi perempuan, serta membekali keterampilan perempuan mengakses keadilan di dalam keluarga.

Kontributor: Sitqia tita Hetin

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close