DaerahWarta

Wahid Foundation Kembali Training Akses Perempuan Terhadap Keadilan Bagi Aktifis Desa Damai di Jawa Barat

Jumat (18/6), Wahid Foundation kembali lakukan pembinaan terhadap Kelompok Kerja (Pokja) Desa Damai binaan Wahid Foundation wilayah Jawa Barat untuk tingkatkan kapasitas terkait akses perempuan terhadap keadilan. Kegiatan ini merujuk kepada Women Human Rights Standard dan kerangka legislatif nasional terhadap perlindungan hak-hak perempuan, termasuk meningkatkan kesediaan perlindungan dan pelayanan hukum yang berbasis perlindungan terhadap korban, termasuk mekanisme perlindungan berbasis komunitas.

Training yang merupakan bagian dari Program Desa Damai ini secara spesifik bertujuan agar pokja Desa Damai mampu menyebarluaskan pedoman perlindungan perempuan dalam mengakses keadilan dan sistem monitoring serta evaluasi mekanisme responsif gender berbasis komunitas. Selain itu, Training ini diharapkan pula dapat memperkuat kapasitas Pokja Desa Damai terkait akses dan promosi perdamaian, serta meningkatkan kesadaran hukum kelompok
perempuan dan mendukung terwujudnya Desa Damai dengan kesetaraan gender.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada tanggal 18 -20 Juni 2021 di The Margo Hotel, Depok, dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Pokja Desa Damai binaan Wahid Foundation yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini berasal dari 30 Perwakilan Tim pokja Desa/Kelurahan Damai di Jawa Barat yang berasal dari Desa Tajurhalang Kabupaten Bogor, Kelurahan Pengasinan dan Kelurahan Duren Seribu Kota Depok.

Lilis, salah satu peserta dari Pokja Desa Tajurhalang mengatakan, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama warga desanya, terutama perempuan dalam menindak kekerasan, pelecehan, dan KDRT yang selama ini masih terjadi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menegaskan keadilan dan kerukuan di wilayah desanya.

“Harapannya pelatihan dari sini bisa kami terapkan di Desa nanti.” pungkas Lilis.

Sementara itu, Visna Vulovik, Program Manager Desa Damai sekaligus Asisten Direktur Wahid Foundation mengatakan, “Bicara ekstremisme berarti melihat faktor-faktor keadilan di masyarakat. Dimana faktor-faktor ketimpangan dan ketidakadilan inilah yang menarik orang bersikap radikal”, ujar Visna.

Ia juga berharap semoga pelatihan yang telah dilakukan ini benar-benar bisa berdampak bagi Desa Damai binaan Wahid Foundation.

Pewarta : Niftita Hetin

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close