Daerah

Tri Lestari Rizki, Ajak Peserta Diklat Sadesha Aktif Dakwahkan Alquran di Medsos

Sebanyak 69 hafizh dari Depok terpilih untuk mengikuti Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Beasiswa Sadesha Angkatan I di Hotel Grand Asrilia Bandung selama tiga hari (25-27/11). 69 peserta diklat tersebut nantinya bergabung dengan peserta dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Sukabumi.

Salah satu peserta diklat Sadesha angkatan I dari Depok yang bernama Tri Lestari Rizki membagikan kesannya selama mengikuti diklat tersebut.

“Kami semakin termotivasi untuk segera menyelesaikan hafalan Quran kami. Selain diberikan wawasan keAlquranan dan kebangsaan oleh para narasumber yang kompeten, kami juga mendapatkan ilmu dari KH. Lukman Hakim tentang cara mengaktivasi anggota tubuh dalam menghafal Alquran,” ucap Tri Lestari Rizki saat diwawancarai.

Selain itu, mahasiswi Institut Ilmu Al Qur’an Jakarta tersebut juga mengajak kepada para peserta Sadesha untuk mendakwahkan Alquran melalui media sosial (medsos).

“Ayo teman-teman Sadesha, selain kita menambah hafalan dan mengajarkan Alquran, kita harus aktif juga di medsos dengan konten-konten keAlquranan yang ramah dan menarik. Agar Alquran bisa diterima oleh khalayak dan milenial,” tambah mahasiswi IIQ Jakarta itu.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Jam’iyyatul Qurra wal-Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) kota Depok Ustadz Imam Nafi’ Junaidi.

“Peserta beasiswa Sadesha kali ini berbeda, karena usia mereka tergolong masih muda, dan dapat dipastikan punya semangat yang luar biasa. Mudah-mudahan bisa berkiprah di masyarakat dan bisa memegang amanah dari pemprov Jawa Barat,” jelas Ustadz Junaidi.

Ustadz Dimyati Zuhri ketua rombongan 25 santri terpilih dari JQH NU kota Depok, berpesan kepada para peserta saat penutupan kegiatan.

“Ada empat hal penting yang harus diperhatikan oleh Ahlul Quran, yaitu Tahsinul Quran, membaguskan bacaan sesuai dengan kaidah tajwid dan ilmu qiroah. Tafhimul Quran, memahami Alquran baik secara global (umum) dan tafsil (terperinci). Ta’milul Quran, mengamalkan kandungan Alquran semaksimal mungkin. Tahfizhul Quran, menghafal Alquran sampai khatam,” terang Ustadz Dimyati.

“Selain itu perlu diingat bahwa murajaah itu sangatlah penting agar hafalan menjadi mutqin. Semoga kita semua menjadi Ahlul Quran yang kelak mendapatkan syafaatnya, Aamiiin,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Pengurus Wilayah JQH NU Jawa Barat KH. Ali Khosim mengingatkan para peserta diklat Sadesha tentang pentingnya komitmen dan komunikasi.

”Peserta Sadesha harus memiliki komitmen bersama untuk merealisasikan Jabar juara lahir batin, menyampaikan dakwah kepada masyarakat dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dan aktif silaturahim kepada para pengurus JQH dan aparatur pemerintahan di daerah tempat tinggalnya masing-masing. Agar jika ada permasalahan nantinya dapat segera diselesaikan dan ditemukan solusinya,” tegas Sekretaris PW JQH NU itu.

Rencananya diklat beasiswa Sadesha ini akan dilakukan sampai dengan angkatan II di bulan Desember 2020.

Pewarta: Moch. Ikmaluddin
Editor: Eqtafa Berrasul Muhammad

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close