DaerahLembaga & Otonom

Rekonstruksi Pendidikan Karakter di Era Modern

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat dewasa ini menimbulkan beberapa persoalan yang cukup pelik di kalangan akademisi dan pesantren. Terapan pembelajaran di pesantren yang lebih mengutamakan adab dan akhlak sebelum ilmu pengetahuan merupakan pola pendidikan terbaik yang saat ini sudah hampir punah.

Rancangan pola pendidikan karakter yang digelontorkan dan digencarkan secara massal di lembaga-lembaga pendidikan modern, memperoleh perhatian yang luar biasa dari masyarakat. Walau dalam praktiknya pendidikan karakter itu tidak benar-benar dilaksanakan, namun hal tersebut cukup mengedukasi masyarakat bahwa pendidikan karakter itu sangatlah penting.

إنّما الأمم الأخلاق ما بَقِيَت # وإن هم ذهبت أخلاقهم ذهبوا

Keutuhan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas akhlaknya. Apabila akhlaknya buruk, maka bangsa ini akar sirna.

Dari sini dapat dipahami bahwa pondasi dasar kekuatan dalam diri manusia itu tidak hanya terletak pada ilmu dan pengetahuan saja, sebab ada yang lebih dari ilmu pengetahuan yaitu adab dan akhlak atau yang dikenal juga dengan istilah karakter.

Orang yang tinggi adabnya walaupun kekurangan ilmu masih lebih mulia daripada orang yang banyak ilmu tetapi kekurangan adab.

وَقَالَ الحَسَن البَصرِي: مَن لَا أَدَبُ لَه لَا عِلمَ لَه (عِلمُ بِدُونِ أَدب وبال)

Hasan Al Bashri berkata: Orang yang tidak punya adab sama dengan orang yang tidak berilmu, dan ilmu tanpa adab adalah musibah.

Syekh Abdul Qodir Al Jaelani berkata, Aku lebih menghargai orang yang beradab daripada orang yang berilmu, karena kalau hanya berilmu iblis pun lebih tinggi ilmunya daripada manusia.

Para Ulama memposisikan adab lebih utama daripada ilmu, dan orang yang beradab lebih tinggi derajatnya daripada orang yang hanya berilmu saja. Hal ini dikarenakan orang yang beradab itu pasti berilmu, sekurang-kurangnya ilmu yang ia miliki adalah ilmu adab itu sendiri. Sedangkan orang yang berilmu itu belum tentu beradab, karena yang ia miliki hanya sebatas ilmu pengetahuan saja.

وقال عبد اللّه ابن المبارك: طَلَبتُ الأَدب ثَلَاثِينَ سَنة وطَلَبتُ العِلمَ عِشرِينَ سَنة, وكَانويَطلُبُونَالأَدب قَبلَ العِلم

Abdullah Ibn Mubarok berkata: Aku belajar adab selama 30 tahun dan belajar ilmu pengetahuan selama 20 tahun, dan para Ulama terdahulu belajar adab sebelum ilmu.

Pengakuan yang disampaikan oleh salah seorang ulama sufi Abdullah Ibn Mubarok ini menunjukkan sesuatu yang luar biasa, di mana ia belajar adab selama 30 tahun lamanya, sedangkan untuk belajar ilmu dan pengetahuan ia hanya membutuhkan waktu 20 tahun saja.

Mendahulukan adab daripada ilmu ini ternyata juga dilakukan oleh Hujjatul Islam Imam Al Ghazali di mana ia belajar adab, akhlak dan muruah terlebih dahulu sebelum mempelajari ilmu dan pengetahuan.

وقال الإمام الغزالي: أنا أُعَلِّم الأخلاق والمروءة قبل العلم والكتاب

Imam Al Ghazali berkata: Aku belajar akhlak dan muruah sebelum mempelajari ilmu pengetahuan dan kitab.

Adapun ciri dan kunci orang yang beradab dan berakhlakul karimah adalah,

شُهُود النّفسِ عَلَى النّفس والكمال على غَيره

Melihat dirinya tidak jauh lebih baik dari orang lain, dan selalu melihat orang lain itu jauh lebih baik dari dirinya.

Maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa posisi adab itu jauh lebih utama daripada ilmu dan pengetahuan, Walau demikian akan jauh lebih baik jika adab dan ilmu pengetahuan dipelajari dengan serius dan bersungguh-sungguh secara beriringan dan bersamaan. Sehingga pendidikan karakter yang sejatinya sudah ada dan telah diterapkan di pesantren dapat dikembangkan lebih baik lagi, dan tentunya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lagi menjadi persoalan, karena dalam praktiknya pola pembelajaran akan dilaksanakan dengan sistem berbasis terpadu.

Disarikan dari Kitab Tanbihul Mughtarrin karya Syekh Abdul Wahab Asy-Sya’roni dan dari berbagai sumber yang lain.

Penulis: Eqtafa Berrasul Muhammad (Alumni Institut PTIQ Jakarta)

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close