AmaliahKeislaman

Puasa Rajab Sunnah atau Bid’ah? Berikut Penjelasannya

Puasa adalah amaliah semua umat Islam di seluruh dunia, puasa juga merupakan salah satu bagian dari rukun Islam. Dalam hal ini kita perlu tahu bahwasanya puasa itu terbagi menjadi dua, yaitu puasa wajib dan puasa sunnah.

Puasa wajib itu seperti puasa di bulan Ramadhan dan puasa Nazar. Adapun dengan puasa sunnah itu sangat banyak macamnya, salah satunya adalah puasa di bulan Rajab.

Memasuki hari keenam di bulan Rajab tentunya kita harus mengevaluasi prestasi yang sudah dicapai di awal bulan mulia ini. Hadits-hadits keutamaan puasa di bulan Rajab kebanyakan memang dhaif, bahkan hingga sampai sebagian orang beranggapan bahwa puasa ini bid’ah karena tidak ada dalil spesifik yang memperbolehkannya.

Namun apakah dengan kualitas hadits yang lemah ini lantas puasa di bulan Rajab dilarang dan tidak diperbolehkan? Dalam hadits riwayat Imam Muslim dikatakan.

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ 

Artinya:
“Utsman bin Hakim al Anshari berkata, Saya pernah bertanya kepada Sa’id bin Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Sa’id menjawab, Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Rasulullah selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak berpuasa,’” (HR. Muslim No.1960).

Imam Nawawi memberi komentar dalam kitabnya al Minhaj Syarh Shahih Muslim.

الظاهر أن مراد سعيد بن جبير بهذا الاستدلال أنه لانهى عنه ولا ندب فيه لعينه بل له حكم باقي الشهور ولم يثبت في صوم رجب نهي ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي دود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب إلى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها

Artinya:
Istidlal yang dilakukan Sa’id bin Jubair menunjukkan akan tidak adanya larangan dan kesunnahan khusus puasa di bulan Rajab. Adapun hukumnya disamakan dengan puasa di bulan lainnya, sebab tidak ada larangan dan kesunnahan khusus terkait puasa Rajab. Akan tetapi hukum asal puasa adalah sunnah. Di dalam Sunan Abu Daud disebutkan bahwa Rasulullah menganjurkan puasa di bulan haram (bulan-bulan yang dimuliakan), dan bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan. (al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Juz 3 hal. 279)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hukum dari puasa di bulan Rajab itu adalah sunnah. Hal ini merujuk pada hukum asal dari puasa yaitu boleh dilakukan kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Wallahu A’lam.

Kontributor: Eqtafa Berrasul Muhammad

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close