KeislamanKhazanah

Pola Makan dan Minum yang Dianjurkan dalam Kitab Mukhtasar Ihya’ Ulumiddin

Lapar dan kenyang merupakan suatu keadaan yang erat kaitannya dengan kebutuhan konsumsi makanan dan minuman manusia dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya sudah sepatutnya setiap dari kita memperhatikan anjuran dan tata laku yang seharusnya mengenai hal tersebut.

Terkait dengan hal ini Imam Ghazali berpandangan bahwa sesungguhnya sumber dari bencana dan musibah itu terletak pada syahwat perut. Disampaikannya juga contoh cobaan dan musibah dari syahwat perut itu seperti halnya pada kejadian dikeluarkannya Nabi Adam ‘Alaihissalam dari surga yang disebabkan karena makanan (buah) yang dikonsumsinya.

Dengan ini dapat dipahami bahwa syahwat perut yang tidak terkontrol akan membawa bencana dan musibah. Oleh karenanya perlu kiranya kita menjaga pola makan dan minum secukupnya serta sewajarnya saja, tidak kurang juga tidak berlebihan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda.

جَاهِدُوْا اَنْفُسَكُمْ بِالْجُوْعِ وَالْعَطَشِ فَاِنَّ اْلاَجْرَ فِى ذَالِكَ كَاَجْرِالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيْلِ اللهِ وَاِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عَمَلٍ اَحَبَّ اِلَى اللهِ تعالى مِنْ جُوْعٍ وَعَطَشٍ

Artinya:
“Perangilah nafsu kalian dengan lapar dan haus, karena pahala dalam keduanya seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah. Dan sesungguhnya tidak ada amal yang paling disukai oleh Allah melebihi lapar dan haus (berpuasa).”

Dalam hadits lainnya Rasulullah bersabda.

اَفْضَلُكُمْ عِنْدَ اللهِ تعالى اَطْوَالُكُمْ جُوْعًا وَتَفَكُّرًا فِى اللهِ سُبْحَانَهُ وَاَبْغَضُكُمْ عِنْدَ اللهِ تعالى كُلِّ نَئُوْمٍ اَكُوْلٍ شَرُوْبٍ

“Orang yang utama kedudukannya di antara kalian di sisi Allah ta’ala adalah siapa yang paling lama lapar dan haus (sering berpuasa) dan sering berpikir. Dan orang yang sangat dibenci di antara kalian oleh Allah ialah setiap orang yang terlalu banyak tidur, makan, dan minum.”

Pemaknaan arti lapar dan haus di sini bukan berarti hanya puasa saja, melainkan pada takaran mengontrol syahwat (hawa nafsu) yang ada dalam diri kita untuk mengonsumsi suatu makanan atau minuman secara bijak dan tidak berlebihan.

Ibnu Abbas Radiyallahu’anhu berkata.

لا يَدْخُلُ مَلَكُوْتَ السَّمَآءِ منْ مَلَأ بَطْنهُ

“Orang yang perutnya terlalu kenyang tidak diizinkan memasuki kerajaan langit.”

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa menahan lapar dan haus (berpuasa) serta mengontrol pola makan dan minum itu merupakan sebuah keutamaan dan suatu amal yang dianjurkan juga disukai oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan demikian maka sudah sepatutnya kita sebagai hamba Allah untuk selalu memperbanyak amalan-amalan yang disukai dan disenangi oleh Allah, salah satu di antaranya adalah dengan berpuasa dan mengontrol pola makan dan minum. Adapun jika dirasa kita belum mampu untuk berpuasa selain di bulan Ramadhan maka sebaiknya kita mampukan diri kita untuk mengontrol pola makan dan minum secukupnya dan sewajarnya saja, tidak kurang juga tidak berlebihan sebagaimana yang telah diajarkan dan dianjurkan dalam agama Islam. Wallahu A’lam.

Disarikan dari Kitab Mukhtasar Ihya’ Ulumiddin

Penulis: Aisyah
Editor: Eqtafa Berrasul Muhammad

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close