DaerahLembaga & Otonom

Pergunu bersama Kemenag Kota Depok adakan Webinar tentang Moderasi Beragama untuk Kesehatan dan Pendidikan

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Depok menggelar diskusi pendidikan dan kesehatan dengan tema “Moderasi Beragama untuk Kesehatan dan Pendidikan” yang digelar secara daring pada Selasa (28/12) kemarin.

Urgensi penguatan moderasi beragama yakni memperkuat esensi ajaran agama dalam kehidupan masyarakat, mengelola keberagaman tafsir keagamaan dengan mencerdaskan kehidupan keberagamaan, berupaya merawat keindonesiaan.

Kepala Kemenag Kota Depok H. Asnawi Syafi’i pada Webinar menyampaikan bahwa Moderasi Beragama (MB) harus menjadi pusat sentral saat ini bagi seorang guru untuk segera disampaikan pada setiap pembelajaran, seorang guru harus siap menjadi duta Moderasi Beragama (MB).

“Moderasi Beragama merupakan perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa, di Indonesia beragama pada hakikatnya ber-indonesia, dan ber-indonesia itu pada hakikatnya beragama,” Tutur Kemenag Kota Depok.

Moderasi ada karena adanya dua kutub yang berbeda, yakni kutub ekstrimis dan kutub Komunis, diantara keduanya merupakan wujud dari moderasi.

Moderasi akan membentuk karakter seseorang baik secara ruhani maupun jasmani sehingga akan mewujudkan keadilan, kemanusiaan, kemaslahatan, kerahmatan (perdamaian), semesta bagi umat manusia (khususnya warga negara).

“Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasi agama, melainkan memoderasi
pemahaman dan mengamalan kita dalam agama,” Ucapnya

Detik-detik akhir sebelum acara selesai H. Asnawi menegaskan bahwa moderasi beragama perlu dilakukan secara holistik dan komprehensif dengan pendekatan sinergitas kerja sama.

Acara yang dihadiri oleh 120 peserta dari perwakilan PC Pergunu se-Jawa Barat dan juga unsur banom lembaga dan pengurus MWCNU tingkat PCNU kota Depok berakhir hingga menjelang waktu Dzuhur.

Kontributor: Hakim Hasan
Editor: Shodiqul

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close