Keislaman

Peran Santri di Ajang Pencarian “Selebriti Literasi” (Duta Baca)

Salah satu dorongan untuk membaca buku bagi seorang santri atau murid, ialah dengan adanya peran aktif para guru, ustadz yang memberi stimulan bahwa dengan banyak membaca akan menambah wawasan serta muatan keilmuan dalam bidang tertentu.

Dengan wasilah membaca dan menulis tentang ghirah menebar kebaikan, tentu dengan nilai-nilai toleransi dan kaidah-kaidah kebangsaan, semoga Allah memperkenankan dan menakdirkan kita menjadi orang yang baik.

Melalui Duta Baca kita dapat menularkan ide, gagasan, dan memproduksi kegiatan yang berkaitan langsung dengan literasi.

“Apakah literasi akan menjadi industri?. Kemudian kenapa ada opsi perpustakaan fisik dengan perpustakaan digital?.

Perpustakaan tetaplah menjadi sumber perubahan mendasar dalam meningkatkan muatan keilmuan.

Apa pelajaran yang sudah dipetik dari perpustakaan digital bagi kalangan milenial?. Ketika teknologi, internet dan medsos jangan sampai dampak kemudahan era digital dan kemajuan teknologi para kaum muda tidak melakukan misi dakwah islam dan hidup dalam kemiskinan karya.

Ada banyak cara untuk mulai belajar salah satunya dengan membaca buku. Duduk santai sambil ngopi dan iseng-iseng menikmati setiap pergantian dari satu halaman buku ke halaman lain, tentu memancing cara pandang kita terhadap topik bahasan atau cerita fiksi yang bergerak mencari pemecah sebuah masalah yang ada di buku tersebut.

Sebuah karya buku memiliki muatan perenungan, terdapat juga kandungan pengetahuan, serta unsur artistik atau keindahan tata bahasa yang begitu khas dari karya penulis.

Kendati demikian ditemukan adanya hambatan, keluhan tentang mutu buku, serta tantangan untuk mengakses bahan bacaan. Namun dengan peralihan dari wujud perpustakaan fisik yang bertransformasi menjadi perpustakaan digital pada dewasa ini telah memberikan kemudahan masyarakat di dalam mengakses bahan bacaan buku, serta melalui produk teknologi seperti gawai atau ponsel pintar dengan kecanggihan fitur-fiturnya, akan menjadi sarana bagi masyarakat modern yang notabene-nya merupakan pengguna aktif medsos.

Kehadiran beragam aplikasi-aplikasi perpustakaan digital tentu mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan hak yang sama terhadap buku, dengan kata lain aplikasi tersebut sebagai upaya solutif untuk meningkatkan minat daya baca di masyarakat.

Masyarakat hari ini sudah sangat tanggap terhadap gelombang arus informasi yang masuk melalui ponsel mereka. Namun di dalam mengolah informasi tersebut setiap individu harus melek literasi. Agar tidak terjadi distorsi informasi. Maka diperlukan kerja sama antar pihak. Salah satunya dengan memperkuat sosialisasi Literasi Digital dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan wilayah setempat dan Pemerintah Kota.

Sebagaimana acara Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Selatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK-Kota Tangerang Selatan) yang berjalan selama dua hari sejak tanggal 21-22 November, Tahun 2022. Kegiatan Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Selatan Tahun 2022 tersebut diadakan di Bukit Pelayangan Resto (BUPE), Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan.

Pada acara puncak grand final Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Selatan Tahun 2022, Hari Selasa, 22 November 2022 telah memutuskan sebelas finalis yang terpilih dari berbagai wilayah di Kota Tangerang Selatan. Dan para finalis mengikuti sesi wawancara karya Esai dihadapan dewan juri dengan tema yang sudah ditentukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK-Kota Tangerang Selatan).

Salah satu kandidat finalis yang mengikuti ajang Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Selatan adalah seorang santri, dan pernah mondok di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Depok, dan Pesantren Al-qur’an Syihabudin Bin Ma’mun, Caringin Banten. Abdul Majid Ramdhani yang biasa disapa “Majid” ini lolos sampai ke tiga besar dalam ajang Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Selatan Tahun 2022.

“Dengan membaca kita akan memulihkan rasa keingintahuan dalam hidup, kepada hidup yang tidak selamanya terang benderang. Maka dari itu ada frasa “Buta Aksara,” dan dengan adanya ajang Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Selatan hari ini, (22/11) bahwa Duta Baca terpilih merupakan peran tentang, bagaimana menemukan cara membujuk masyarakat untuk menumbuhkan budaya membaca dan menawarkan alternatif kepada masyarakat dalam kemudahan mengakses bahan bacaan melalui inovasi perpustakaan digital yakni aplikasi I-Tangsel” pukas Majid, salah satu finalis dalam ajang Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Selatan. (22/11).

Abdul Majid Al Hamidiyah: Para finalis Duta Baca Kota Tangerang Selatan

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close