DaerahLembaga & Otonom

Mengenal Metode Menghafal Alqur’an dengan “Utawi Iki Iku” dari JQHNU Depok

Depok, NU Online Depok. Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffzh Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Kota Depok adakan Soft Launching Metode Menghafal Al Qur’an “Utawi Iki Iku” pada malam tasyakuran hari lahir (harlah) Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffzh Nahdlatul Ulama (JQHNU) ke 70 di Gedung PCNU Kota depok (18/1/21). Hal ini diterangkan oleh KH Jazim Hamidi, MA. selaku Penyusun sekaligus Rais Majlis Ilmi JQHNU Kota Depok,

“Metode ini lahir karena kegelisahan saya tentang dikotomi santri kitab dan santi tahfizh. Masing-masing merasa nyaman dan cukup dengan kemampuannya. Yang santri kitab puas dengan kitabnya, yang santri Qur’an puas dengan Qur’annya. Nah, santri Qur’an tidak cukup hanya hafal, namun tahu isi Al Qur’an. Karena ulama terdahulu selain hafal Al Qur’an juga memiliki karya tuli,” tuturnya.

Menurutnya, metode ini sudah ada sejak munculnya pesantren. Ia mengakui hanya mencoba merekonstruksi metode yang sudah ada. Metode  Utawi Iki Iku, itu sama dengan model ngapsahi di pesantren Jawa atau ngalogat di Sunda.

Kiai Jazim menambahkan, metode ini akan terus disempurnakan. Bahkan tantangannya adalah bagaimana caranya metode ini bisa diterima di Kota Depok yang penduduknya heterogen.

“Di Depok ini kan penduduknya ada yang pakai bahasa Indonesia, Betawi, Jawa dan Sunda. Ini tantangannya. Dengan berjalannya waktu akan disesuaikan metodenya,” katanya.

Masih pada kesempatan yang sama, Kiai Jazim juga memberi pesan dan memotivasi  para penghafal Al Qur’an agar tidak cepat merasa puas dengan hafalan yang sudah dimiliki. Seorang Hafizh, menjadi rujukan. Maka perlu mengupdate yang terkait dengan Al Qur’an lebih dalam dan luas lagi.

Kiai Jazim juga menjelaskan bahwa metode yang ditulisnya ini banyak mengadopsi simbol-simbol yang dipakai pesantren ketika memberi makna pada kitab kuning.

“Misalnya Mim adalah mubatada’ (adapun), Kha’ adalah khabar (adalah) fa’ adalah fail (apa atau siapa  dan seterusnya,” imbuhnya.

Pada malam tasyakuran tersebut, metode ini dipresentasikan di depan para hafizh JQHNU Kota Depok. Selain itu, metode ini juga sudah diterapkan  kepada putrinya yang saat ini sedang menghafal Al Qur’an di usia SMP.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok, Ustadz Achmad Solechan, M.Si turut hadir dan memberikan apresiasi hadirnya metode tersebut. Serta memotivasi kepada penghafal Al Qur’an agar terus meningkatkan kemampuannya terkait Al Qur’an.

“Para Pengahafal Al Qur’an itu sudah memiliki kelebihan yang melekat pada dirinya. Serta orang yang otoritatif ketika bicara tentang AL Qur’an. Maka sudah seharusnya melahirkan program-program yang baru dan bersinergi dengan lemabaga yang berafiliasi dengn NU. Sehingga hadirnya JQHNU bisa dirasakan oleh masyarakat di Depok ini”, pesannya.

Kontributor: Moch Ikmaluddin

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close