DaerahPesantrenTokoh

Meneladani Perjuangan Buya KH. Zainuddin Ma’shum Ali Kala Menjadi Pengurus NU

Penulis Gus Azman

Selamat dan Sukses buat KH. Achmad Solechan dan KH. Ahmad Damanhuri atas terpilihnya sebagai Rois Tanfidziyah dan Rois Syuriyah PCNU Depok.

Semoga dapat membawa PCNU Depok menjadi lebih baik, lebih sukses dan lebih maju di masa mendatang.

Jadi teringat beberapa tahun lalu waktu Buya saya Almarhum Buya KH. Zainuddin Ma’shum Ali jadi Rois Syuriah 2 periode dan saya sempat menjadi Wakil Katib Syuriah di periode kedua tahun 2014-2019. Saya lebih sering mengantar dan menemani dalam berbagai kegiatan PCNU. Tapi sejatinya saya melihat dan belajar bagaimana organisasi NU di Depok dikelola dan dijalankan.

Sosok Buya, menurut banyak orang, diakui atau tidak, dianggap sebagai sosok pemersatu. Dapat menjadi penyeimbang dan penguat marwah keulamaan dan keumatan. Dengan kebersahajaan, keberanian dan keteguhan memegang prinsip, Buya berhasil menghilangkan sekat-sekat dan mampu menjaga kewibawaan ulama yang tidak mudah goyah oleh kenikmatan sesaat.

Beliau tidak mudah terpengaruh degan politik, dengan iming-iming duniawi, dengan godaan amplop. Bahkan satu-satunya Kiai yang pergi kemana-kemana, sampai menjelang akhir kehidupannya, enjoy mengedarai sepeda motor. Beliau rela berpayah-payah demi dakwah, demi syiar, demi kecintaannya kepada NU, umat Islam, dan kemajuan Indonesia sehingga bisa enjoy mengendarai motor sendirian di usia menjelang 82 tahun. (Entah itu di waktu siang, sore, malam atau pun tengah malam).

Banyak pengalaman Buya KH. Zainuddin Ma’shum Ali mengajarkan saya tentang kekuatan, keteguhan dan keberanian dalam berjuang. Meneurut saya beliau seperti gusdur, hal ini dibuktikan dengan sikap beliau tampa memandang latar belakang suku dan agama bilang. Memang Buya punya kemiripan dgn gaya Gusdur. Yang bisa bersikap baik, berpengaruh dan diterima oleh berbagai kelompok dan agama yang berbeda.

Seiring dengan beratnya tantangan dan serunya dinamika perjuangan NU Depok di masa mendatang, mudah-mudahan pengurus baru PCNU Depok periode 2024-2029 dapat belajar dan meniru berbagai kelebihan dan contoh teladan para pejuang NU Depok yang telah lebih dulu berjuang dan menorehkan prestasi maupun pondasi kuat bagi kebangkitan NU dan Indonesia di masa mendatang.

Prinsip “al muhafazhatu bil qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah” kiranya dapat menjadi prinsip yang akan dijadikan pedoman untuk mulai menata kembali organisasi menjadi lebih baik. Seiring dengan beratnya tantangan masa depan yang ada di depan mata, sudah semestinya memperkuat organisasi dgn SDM potensial terbaik yang dimiliki, selain juga mengakomodir berbagai kelompok dan kepentingan yang ada sehingga dgn demikian perjalanan panjang 5 tahun ke depan akan dapat dilalui dengan lancar, selamat, mudah, nyaman, sukses, damai dan membawa kemaslahatan bagi NU, masyarakat, bangsa dan negara.

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close