Ke NU-ANOpiniTokoh

Menanamkan Militansi Warga NU

Pesan tokoh NU KH.Marzuqi Mustamar agar warga NU bangga, setia dan militan terhadap NU dengan menampakkan jati diri ke-NU-annya kepada siapa saja, dimanapun, dan kapan pun. 

Sebab kitalah ashhabul haq (pengikut ajaran yang benar berhaluan Aswaja), golongan yang terbesar(as-sawadul a’zhom), serta golongan yang selamat akidahnya dunia dan akhirat (firqoh an-Najiyah).

NU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia dan dunia. Ikut berjasa membidani kelahiran NKRI, bahkan mempertahankan dan merawatnya.

Selalu setia mengawal Pancasila dan mendukung pemerintah yang sah. Tidak pernah berkhianat pada negara, bahkan NU-lah yang selalu gigih menangkal golongan yang bertujuan merongrong negara dan melakukan makar pada pemerintah yang sah. Banyak sekali perjuangan NU membela hak-hak rakyat dan kepentingan umat Islam mulai dari  dimensi fiqh ibadah, munakahat, muamalat dan jinayat. Satu hal yang diakui oleh ulama dari mancanegara yaitu kalau tidak ada NU, maka tradisi Aswaja akan musnah di Indonesia. Sebab yang gigih mengajarkan, menyebarkan dan memasyarakatkan tradisi Aswaja adalah para Kyai NU dan pengikutnya.

NU adalah organisasi Islam yang konsisten di dalam memperkenalkan ajaran Islam pertengahan (wasathiyah), moderat, tidak kaku dan picik, ramah dan bijak, mewujudkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dalam bingkai ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan Keislaman), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan). 

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita bangga menjadi Nahdhiyyin dan Nahdhiyyat serta menunjukkan jati diri tersebut dengan memakai atribut NU, memasang sticker dan bendera NU di rumah, sekolah, pesantren, kendaraan dan sebagainya. Sehingga bisa menggetarkan

KH. CEP HERRY SYARIFUDDIN
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrahim Mekarsari Cileungsi Bogor
17 juni 2021

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close