Lembaga & OtonomNasionalPesantrenTokoh

Kontribusi Bu Nyai-Bu Nyai Nusantara di Era Masa Kini, dalam Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU)

Lembaga pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan islam tertua yang masih dirasakan manfaatnya hingga detik ini, di era serba digitalisasi. Dari pondok pesantren lah masyarakat kita mengenal ajaran ilmu agama dan tata cara bersosial dengan baik.

Peran Bu Nyai dalam penguatan pembangunan akhlak di pesantren sudah tidak diragukan lagi. Bu Nyai, Santri dan Pondok Pesantren menjadi satu pertalian yang sangat kuat.

Kontribusi Bu Nyai-Bu Nyai di seluruh pesantren yang ada di negeri ini, tidak semata dalam memberikan pengajaran di kelas-kelas saja, tetapi sampai urusan adab berjalan ketika dalam majelis, yaitu berjalan setengah badan atau berjalan dengan memakai lutut sebagai tumpuannya. Apalagi ketika mengaji pastilah berjalan dengan sikap melutut. Sikap khas santriwati yang demikian merupakan cerminan untuk menghormati.

Dengan mengusung tema Menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama : Perempuan Pesantren Bergerak dan Bersinergi Membangun Peradaban Dunia. Para Bu Nyai di seluruh pesantren yang ada di negeri ini menyelenggarakan acara “reuni” yang ke-3 dan salah satu tujuan dari acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Bu Nyai Nusantara, di Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah, sejak Hari Senin-Selasa (07-08 November, 2022), adalah sebagai sarana silaturahim antar Bu Nyai se-Nusantara untuk membangun sinergitas gerakan perempuan Pesantren. Para Bu Nyai sangat memiliki peran strategis dan sentral pada ranah pesantren dan masyarakat.

Tentulah dengan kapasitas yang dimiliki para Bu Nyai maka dapat dikatakan bahwa dengan berkumpulnya Bu Nyai-Bu Nyai di dalam kegiatan “Silatnas Bu Nyai Nusantara”, yang diselenggarakan di Hotel Patra, Semarang, Jawa Tengah dari tanggal 07-08 November, tahun 2022 ini merupakan bagian dari menjaga tradisi dan mengembangkan inovasi di era masa kini.

Keterlibatan para Bu Nyai dan partisipan yang hadir di dalam perhelatan “Silaturrahim Nasional Bu Nyai Nusantara” tersebut yang tentu berjalan secara aktif dan komunikatif sehingga menghasilkan gagasan-gagasan inspiratif dan inovatif dari Bu Nyai-Bu Nyai Nusantara.

Jika merujuk pada TOR (Term Of Reference) Silaturrahim Nasional Bu Nyai Nusantara 3 – RMI PWNU Jawa Tengah ;

“Bahwa Bu Nyai-Bu Nyai merupakan sosok yang memiliki peran penting antara lain ; (1) Sebagai pusat pengkaderan intelektual muslim (center of excellent), (2) Sebagai pencetak sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif (human resources), (3) Sebagai bagian penting dalam upaya pemberdayaan pada masyarakat (agent of development), (4) Sebagai bagian penting dalam upaya melakukan proses perubahan sosial (social change).

“Dahulu pesantren kan hanya dipersepsikan untuk menimba ilmu agama saja. Apalagi di zaman itu, Bu Nyai-Bu Nyai tidak bermunculan atau tampil seperti hari ini. Kini pesantren menjelma menjadi lembaga multiperan. Dan bukan fokus untuk mendalami satu bidang keilmuan saja (ilmu keagamaan,) tetapi juga ilmu kebudayaan, kesenian, kewirausahaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat secara luas. Peran-peran tersebut tetap dalam ruh mahabbah, (cinta) sebagaimana cinta seorang ibu kepada anak-anaknya, begitu pula gambaran cinta Bu Nyai kepada para santriwati” ungkap, Bu Nyai Hj Royyanach Ahal, S.Kom.I, AH selaku Wakil Ketua (OC) Silaturrahim Nasional Bu Nyai Nusantara ke-3. (08/11).

(Abdul Majid Ramdhani).

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close