Keislaman

Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah

Sebentar lagi hari raya Idul Adha 1441 H. Sebagaimana ajaran Islam banyak ibadah sunnah beserta manfaatnya dihari sebelum dan sesudah pelaksanaan hari raya tersebut,diantara ibadah puasa sunnah adalah Tarwiyah dan Arafah.

Dalam hal ini, Ustadz fahad Aden alfaqir Khodimul Ma’had Pesantren Salafiyah Al-Hikmah EAC Pendawa Kresek Tangerang menerangkan, sebaiknya untuk kaum muslim perlu diketahui kapan waktu puasa sunnah tersebut.

Ustadz Fahad sapaan akrabnya menyampaikan ada 9 hari sebelum hari raya Idul Adha yakni tanggal 22 sampai 30 Juli 2020. Dalam hitungan kalender hijiyah tanggal 1 sampai 9 jatuh pada tanggal 22-30 Juli 2020.

“Nah untuk puasa yang diharamkan dibulan Dzulhijjah jatuh pada Hari Raya Idul Adha dan Tasyrik yakni tanggal yakni pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2020,” teranng Ustadz Fahad.

Kembali ke ibadah puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, berbicara pahala puasa sunnah 9 hari sebelum hari raya Idul Adha sangat banyak dan akan dilipatgandakan.

Diantara 9 hari terdapat dua hari spesial yakni hari Tarwiyah dan Arafah. Kedua hari itu jatuh pada tanggal 8 Dzulhijah atau 29 Juli 2020 dan Arafah 9 Dzulhijah atau 30 Juli 2020.

Adapun keutamaan dua puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah Ustadz Fahad mengutip sebuah hadits,

صَومُ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ كَفَّارَةٌ سَنَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةٌ سَنَتَيْنِ

Artinya puasa hari Tarwiyah menghapus dosa setahun, dan puasa Hari Arafah menghapus dosa dua tahun. (Jamiul Ahadits, XIV, 34).

Untuk niatnya, Ustadz Fahad mencontohkan sebagai berikut;

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

“Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala“.

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

“Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala“.

Hari Arafah, disebutkan oleh Ustadz Fahad sebagai hari yang paling utama (afdlol al ayyam), karena puasa Arafah bisa menghapus dosa dua tahun. Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan dari api neraka dibanding hari Arafah”.

Untuk diketahui, lanjut Ustadz Farhat, Puasa Arafah hanya disunnahkan bagi selain jamaah haji, sedangkan bagi yang sedang menunaikan ibadah haji tidak disunnahkan, walaupun kuat melaksanakannya. Alasannya, karena ittiba’ kepada sunnah Nabi.

Apabila tetap melakukan puasa, maka hukumnya khilaful aula. Hal itu berbeda dengan pendapat Imam an Nawawi yang menganggapnya makruh. Namun, bila sudah tiba di Arafah pada malam hari, maka tidak dimakruhkan, sebagaimana disebutkan asy Syafi’i dalam kitab al-Imla’. (Asnal Mathalib, V, 385).

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan, untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jamaah haji yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:

ما مِن أيامٍ العملُ الصالحُ فيها أحبُّ إلى اللهِ من هذه الأيامِ يَعْني أيامَ العشرِ قالوا: يا رسولَ اللهِ! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجلٌ خَرَجَ بنفسه ومالِه فلم يرجعْ من ذلك شيء

“Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid),” (HR Bukhari).

Dengan mengetahui keutamaan yang melimpah itu, ada baiknya kita melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Pahala kita akan bertambah, dosa-dosa kita dihapus, dan memperoleh ridlo Allah. Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari orang-orang yang mendapat keberkahan di Hari Raya Idul Adha 1438 H.

Redaktur Nudepok.Com

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close