Opini

Jadikan Toko Buku Sebagai Tujuan Perjalananmu dan Jadikan Buku Sebagai Teman Dudukmu: Oleh Abdul Majid Ramdhani

Berita duka akan ditutupnya Toko Buku besar Gunung Agung (GA) di beberapa titik wilayah Indonesia yang merupakan salah satu perintis toko buku dan alat tulis, akhir-akhir ini lumayan membuat saya baper dan agak patah hati, dunia baca terasa runtuh seketika bilamana toko buku tutup. Meskipun saya masih bisa juga mengunjungi perpustakaan.

Boleh jadi di era kemudahan digital para pembaca buku fisik itu menurun dan salah satu faktor yang mengakibatkan toko buku akan sulit berkembang karena masyarakat telah beralih aktivitas membaca ke format digital.

Generasi muda saat ini semakin terlibat dengan konten digital dan menghabiskan lebih banyak waktu di smartphone. Kalau saja toko-toko buku yang nanti tersisa mau merayu para pembaca dengan cara yang tidak biasa (inovatif), sebagaimana toko buku online yang pandai “merayu” pembeli lalu memberikan harga buku dengan penawaran khusus.

Dapat diperkirakan beberapa tahun kedepan ada arah baru dalam penjualan buku, maraknya penerbit indie dan toko-toko buku online akan mempermudah akses bagi masyarakat, khususnya bagi tumbuh kembang karya penulis yang dengan lebih mudah untuk menerbitkan karya-karya mereka.

Sebagai penulis ‘kelas menengah kebawah’ yang jauh lebih sering membeli buku-buku bekas, dikarenakan harga per-buku lebih terjangkau daripada membeli buku baru di toko buku offline atau online dan juga sekaligus sebagai penjual buku-buku karya saya sendiri, yang peminatnya dapat terhitung jari. Sejak saya baru mulai untuk menulis beberapa buku fiksi di tahun 2021 dan beberapa karya juga diterbitkan oleh penerbit buku indie. Setidak-tidaknya ini cara saya untuk merayu pembaca buku agar mereka masih berkenan menjadi pembaca buku fisik dan bersedia mengapresiasi.

Ada maqolah keren begini, Lau kana nurul ‘ilmi yudraku bil-muna, maa kana yabqa fil-bariyati jahilun, “Seandainya ilmu itu bisa diraih hanya dengan berangan-angan maka tak satu pun orang bodoh di dunia.”

Ilmu merupakan mata pencaharian bagi semua umat manusia di bumi ini. Perjalanan demi menuntut ilmu itu amatlah panjang, lama dan mahal, butuh kesabaran, keikhlasan, ketakwaan dan pengorbanan serta kesungguhan untuk mendapatkannya.

Salah satu cara untuk mencari atau menemukan ilmu, memulihkan wawasan dan mengembangkan keterampilan berbahasa itu juga dengan membeli buku baik di toko-toko buku offline maupun online.

“Mencium bau aroma buku baru dan menyentuh mesra halaman dengan tangan rasanya seperti duduk berdekatan dengan perawan, dan itu menjadi candu.”

Jadikan toko-toko buku sebagai salah satu tempat tujuan perjalananmu dan jadikan buku sebagai teman dudukmu.

Tangerang Selatan, 24 Mei 2023

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close