DaerahLembaga & Otonom

Istighotsah Kubro, Doa untuk Kejayaan NU Dan Keselamatan NKRI

Idaroh Subiyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) Kota Depok mengadakan isitghosah kubro pada Sabtu Malam (16/1). Kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Muhtadin Jembatan Serong Cipayung Kota Depok Istighosah ini mengambil tema, “Bersama mengetuk Barokah Langit demi Kejayaan NU dan Keselamatan NKRI”.

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan jamaah ini merupakan agenda gabungan dari Majlis Semaan Al Quran Dzikrul Ghofilin (MANTAB), Pengurus Cabang Lembaga Dakwah (LDNU) Kota Depok, da’i-da’i DAHSYAT, SARKUB.

Untuk diketahui kegiatan yang identic dengan dzikir ini menerapkan protokoler kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Hal ini terlihat para jamaah yang hadir memakai masker, duduk menjaga jarak. Terpenting sebelum masuk mencuci tangan.

Pada kesempatan memberi keterangan, Kiai Muhtadin, pimpinan Pondok Pesantren Al Muhtadin mengharap dan berdoa agar Indonesia segera bisa terbebas dari wabah Covid 19.

“Kita berharap bersama dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui media dzikir, bisa mengetuk barokah langit untuk Indonesia terbebas dari wabah, bencana dan kejayaan untuk NU “. Ujar Kiai

Rais Idaroh Wushto JATMAN Kota Depok KH Fatkhuri Wahmad menegaskan bahwa kegiatan ini kita laksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan tawakal kepada Allah, memohon agar bangsa Indonesia segera terbebas dari Pandemi.

“Melihat situasi saat ini sudah ratusan ulama kita yang wafat, mereka merupakan paku bumi yang menjaga kita, sebagai bentuk ikhtiar dan tawakal kita bermunajat bersama memohon agar Pandemi ini segera berlalu”. Ujar beliau memberikan Tausyiah.

Kiai Fatkhuri juga menjelaskan, ratusan ulama kita yang wafat adalah sebuah musibah bagi kita, sambil mengutif sebuah hadis.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menegaskan ulama sebagai penerusnya, juga menegaskan wafatnya para ulama sebagai musibah”.

Rasulullah bersabda:

مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ

Artinya: “Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama”. Ujar Kiai Fatkhuri.

Ustadz Fahrurrazi, ketua LDNU Kota Depok, menyampaikan kegiatan istighotsah ini sengaja diadakan untuk mengetuk pintu langit agar musibah yang menimpa bangsa ini segera pergi. Teruntuk korban gempa, banjir diberi kesabaran.

Untuk diketahui, acara yang dimulai setelah waktu Isya diawali dengan Istighotsah dan Tawassul kepada para alim ulama Nahdliyin, dilanjutkan dengan Dzikrul Ghofilin yang dipimpin langsung oleh KH Ahmad Bukhori (mbah Mad), didampingi oleh KH Muhammad Rais serta ditutup doa oleh KH Abdul Mujib pimpinan pesantren Assaadah.

Berdasarkan hasil reportase NU Depok Online, Nampak hadir puluhan anggota Banser untuk menjaga keamanan dan kondusifitas kegiatan. Tidak ketinggalan Sahabat Ansor dan serta IPNU IPPNU yang membantu dilokasi inti kegiatan.

Pewarta: Hakim Hasan

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close