Keislaman

Isi Harimu dengan Bersyukur Hingga Kamu Lupa Mengeluh

Terima kasih atau bersyukur adalah kata yang sama, hanya yang satu dari bahasa Indonesia dan syukur dari bahasa arab.

Setiap hari tak lupa berterima kasih. Yang pasti kepada Tuhan sang Maha pemberi kehidupan. Karena setiap hari kita masih membuka mata, menghirup oksigen dengan bebas, dan melakukan aktifitas lainnya.

Alangkah bahagia bukan?
Kenapa berat untuk berucap terima kasih padahal semua nyata di hadapan?

Demikian pula dengan orang-orang yang sedang dalam perawatan, di bangsal-bangsal Rumah Sakit, tetap harus berucap syukur. Karena meski dalam kondisi berbaring dengan obat-obatan, Tuhan masih mengenggamkan nyawa dalam tubuhnya.

Bersyukur terhadap hal kecil sekalipun akan mendapat balasan yang lebih. Karena Tuhan menjanjikan itu dalam Kalam-Nya. “Siapa yang bersyukur akan Aku tambah nikmatnya”. Dan sebaliknya “Siapa saja yang kufur akan nikmat-Ku, sungguh siksa-Ku amatlah pedih.”

Bersyukur sampai hari ini dipertemukan dengan pagi yang cerah, bersyukur pagi ini masih mendengar rengekan anak-anak yang minta digendong. Bersyukur masih bisa membuatkan sarapan untuk keluarga. Bersyukur pula dipertemukan dengan orang-orang yang baik dalam kehidupan.

Tak ada alasan bagi kita untuk tidak berterima kasih. Hatta kepada orang yang tidak menyukai kita. Berterima kasihlah kepada mereka karena dari merekalah kita belajar bersabar. Belajar menahan diri untuk tidak marah. Belajar menghisab kesalahan diri yang pernah ada.

Tak ada gading yang tak retak. Maka manusia bukanlah makhluk yang sempurna tanpa cacat. Teruslah memperbaiki diri dengan syukur, sabar, dan istiqomah.

Selamat mensyukuri nikmat-Nya.

Penulis: Umi Firda ( Ketua FATAYAT NU PAC. Sukmajaya, Depok)

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close