KeislamanKhazanah

Hukum Bermain Game Online

Dalam studi Ushul fiqh disebutkan bahwa yang dimaksud dengan obyek hukum (محكوم فيه) adalah perbuatan manusia (mukallaf). Hukum tak terkait dengan benda. Dengan demikian, babi tidak haram, yang haram adalah perbuatan memakannya. Ibu kandung dan ibu mertua tidak haram, yang haram adalah menikahinya.

Perbuatan mukallaf itu ada dua. Pertama, baik (al hasan), perbuatan mukallaf yang diizinkan meliputi wajib, mandub, dan mubah (الحسن: فعل المكلف المأذون فيه واجبا ومندوبا ومباجا). Kedua, buruk (al qabih), perbuatan mukallaf yang dilarang (القبيج: فعل المكلف المنهى عنه) seperti haram.

Sementara makruh, menurut Imam al Haramain itu berada di antara keduanya. Makruh tidak bisa disebut buruk karena orang yang melakukan perbuatan makruh tidak dicela, namun juga tidak bisa disebut baik karena orang yang melakukan perbuatan makruh itu tidak dipuji (ليس المكروه قبيحا لأنه لا يذم عليه ولا حسنا لأنه لا يسوغ الثناء عليه).

Sedangkan haram, para ulama membaginya menjadi dua. Pertama, haram pada dirinya sendiri (حرام لذاته). Misalnya karena di dalamnya terkandung mafsadat (لأن فيه مفسدة) seperti memakan daging babi. Kedua, haram li ghairihi, sesuatu yang diharamkan karena faktor eksternal. Misalnya perkara mubah bisa diharamkan jika menimbulkan kemafsadaran (لأنه يؤدى الى مفسدة).

Lalu bagaimana hukum game online? Haram, makruh, atau mubah?

Kita tahu bahwa game online adalah permainan baru dan tidak dibicarakan atau dibahas oleh para Ulama terdahulu. Namun sebagai perbandingan, para Ulama lampau (Salafush Shalih) pernah membahas hukum bermain catur, dan mayoritas Ulama membolehkan bermain catur karena catur mengandalkan kekuatan pikiran.

Disebutkan dalam Kitab Hasyiyah al Jamal Juz 23 halaman 268.

وفارق النرد الشطرنج حيث يكره إن خلا عن المال بأن معتمده الحساب الدقيق والفكر الصحيح ففيه تصحيح الفكر ونوع من التدبير ومعتمد النرد الحزر والتخمين المؤدي إلى غاية من السفاهة والحمق قال الرافعي ما حاصله ويقاس بهما ما في معناهما من أنواع اللهو وكل ما اعتمد الفكر والحساب كالمنقلة والسيجة وهي حفر أو خطوط ينقل منها وإليها حصى بالحساب لا يحرم ومحلها في المنقلة إن لم يكن حسابها تبعا لما يخرجه الطاب الآتي وإلا حرمت وكل ما معتمده التخمين يحرم

Berkaitan dengan ini hukum game online dapat diilhaqkan atau disamakan dengan hukum bermain catur, yaitu boleh. Diizinkan untuk dikerjakan (مأذون فى فعله). Tentang mubah, para Ulama Ushul fiqh berkata, (والأصح أن المباح غير مأمور به من حيث هو).

Namun jika kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa permainan game online menyebabkan seseorang lalai dalam mengerjakan yang kewajibannya (ترك الواجبات) atau menyebabkan seseorang jatuh pada yang diharamkan (فعل المنهيات), maka bermain game online itu bisa dihukumi haram.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bermain game online itu mubah (boleh) saja. Walau demikian, ia bisa haram jika menimbulkan kemafsadatan atau mengandung unsur perjudian dan sejenisnya.

Penulis: Abdul Moqsith Ghazali (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Penyunting: Eqtafa Berrasul Muhammad

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close