InternasionalLembaga & OtonomNasional

Gus Yaqut Tekankan kedisiplinan dan kerja keras organisasi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas bangga dengan semangat calon kader Ansor dan Banser Korea Selatan. Hal tersebut diakui saat memberi sambutan kegiatan pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD), Minggu, 26 Januari 2020, di Ansan, Korea Selatan.

“Saya bangga, kegiatan DTD Banser ini diikuti 200-an kader. Peserta datang dari berbagai daerah yang ada di Korea Selatan.  Walaupun butuh waktu dan biasaya tidak sedikit agar bisa sampai ke lokasi DTD. Semangatnya luar biasa untuk berkhidmad di Ansor dan Banser,” kata Yaqut saat di pembukaan DTD, di Ansan, Korea Selatan.

Masih dalam sambutannya, ia juga menekankan bahwa Ansor adalah masa depan Nahdlatul Ulama (NU), untuk itu gerakan NU akan datang ditentukan oleh bagaimana kedisiplinan dan kerja keras kaderisasi hari ini.

“Tapi, kalau sembarangan dalam mengurus organisasi, ya ke depan NU akan mandeg, tidak berkembang. Mbah Hasyim sebagai pendiri, tak hanya berpesan siapa yang mengurusi NU dianggap santri dan didoakan husnul khotimah. Namun, beliau juga mengingatkan, NU akan ditinggalkan jamaahnya ketika jam’iyah tak memberi manfaat. Maka, dalam berkhidmat dalam organisasi kita harus serius,” ujarnya.

NU secara Jamaah maupun Jami’iyah harus berdiri kokoh membela kepentingan Bangsa dan Umat. Terlebih NU didirikan oleh ulama bertujuan untuk membangkitkan kekuatan ulama, merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Kemerdekaan Indonesia salah satunya diperjuangkan oleh para muassis NU, Mbah Hasyim, Mbah Chasbullah, Mbah Bisri Samsuri, dan lainnya,” tegasnya.

Untuk meneruskan pejuangan ulama terdahulu, lanjut Gus Yaqut, Ansor dan Banser harus selalu berada di garda terdepan ketika Indonesia diganggu kedaulatannya. Siapapun menggangu keamanan dan kedamaian diatas kebhinekaan, maka berhadapan dengan Ansor dan Banser.

“Ansor mempunyai sejarah perjuangan yang jelas di negeri Indonesia. Indonesia dari sebelum dan sesudah merdeka, Ansor selalu hadir berjuang bersama komponen bangsa lainnya, mempertahankan keutuhan negeri ini. Tidak hanya itu, pemberontakan DI/TII, PKI sampai hingga terakhir pengusung Khilafah, HTI, pun kita lawan,” ucapnya.

Gus yaqut menambahkan, kalau melihat sejarah Ansor secara organisasi mempunyai kerja peradaban yang berat. Agar perjuangan membuahkan hasil maksimal, semua pimpinan dan kader harus solid.

“Tidak boleh pimpinan memutuskan A, kader Ansor Banser malah bertindak B. Soliditas dalam satu komando dengan tindakan yang terukur inilah yang menjadikan organisasi ini besar dan disegani baik lawan maupun kawan,” pungkasnya.

Gus Yaqut tidak lupa mengucapkan terimakasih atas pengorbanan waktu, tenaga, dan materi sahabat-sahabat. Semoga dicatat amal salehnya dan menjadi penyambung kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Diketahui, dalam pelaksanaan kegiatan pembukaan acara DTD yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang GP Ansor Korea Selatan diikuti ratusan peserta. Nampak Hadir rombongan dari pengurus pusat selain Gus Yaqut, ada Sekjen PP GP Ansor dan jajaran pimpinan, PCI NU Korsel berserta badan-badan otonom, termasuk perwakilan Kedubes RI Korsel.

Kontributor: Sodiqul Anwar ¦ Editor: Abdul Hakim

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close