Keislaman

Etika Bermasyarakat dalam Al Qur’an

Dalam kehidupan bermasyarakat tentu kita tidak asing dengan yang namanya perbuatan zalim. Bahkan boleh jadi kita pernah dizalimi oleh orang lain baik teman, tetangga bahkan anggota keluarga. Lantas jalan apa yang harus kita tempuh ketika orang lain berbuat zalim kepada kita?

Alquran sebagai pedoman bagi kita selaku umat Islam memberi kita petunjuk tentang apa yang harus kita lakukan ketika orang lain berbuat buruk atau menzalimi kita.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Alquran Surat Al Mu’minun Ayat 96.

اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ السَّيِّئَةَۗ نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَصِفُوْنَ

Artinya:
“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.” [QS Al Mu’minun (23) : 96]

Di dalam ayat lain, Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman dengan redaksi yang serupa.

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

Artinya:
“dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” [QS. Fushshilat (41) : 34]

Di dalam paparan ayat yang kedua ini terjadi perbedaan redaksi makna karena mengacu pada ayat sebelumnya. Intinya dalam kedua ayat ini Al-Quran telah memberi kita petunjuk tata cara kehidupan bermasyarakat.

Ketika kita dihadapkan pada suatu masalah dan persoalan di mana orang lain berperilaku zalim kepada kita. Maka sepatutnya meresponnya dengan bijaksana, yakni dengan membalas perilaku buruk orang lain dengan perilaku baik. Bahkan di akhir ayat kedua disebutkan ketika kita bisa dan mampu membalas kejahatan seseorang dengan perbuatan yang lebih baik, maka orang tersebut seakan-akan menjadi teman yang sangat setia. Hal ini bukanlah hal yang mustahil, karena pada hakikatnya ketika kita membalas keburukan orang lain dengan suatu kebaikan, lama kelamaan hati nurani orang tersebut akan terketuk untuk membalas kebaikan kita dengan kebaikan pula.

Sayyidina Umar pernah berkata: “Hukuman yang setimpal bagi orang yang durhaka kepada Allah karena menyakitimu ialah dengan cara kamu berbuat taat kepada Allah dalam menghadapinya.”

Untuk mengaplikasikan ajaran Alquran tersebut memang tidaklah mudah, tentunya kita harus selalu melatih kesabaran. Karena dengan kesabaranlah benih-benih kebaikan itu akan tumbuh dalam diri kita, hingga saat kita dihadapkan kepada suatu keadaan di mana orang lain berbuat buruk kepada kita lantas kita tidak membalasnya dengan perbuatan buruk pula, melainkan dengan sebuah kebaikan.

Semoga kita diberi anugerah kesabaran dalam menjalani kehidupan beragama dan bermasyarakat, sehingga mampu memberikan banyak kebaikan untuk orang lain, bahkan kepada mereka yang berbuat buruk kepada kita sekalipun. Wallahu a’lam.

Penulis: Moh. Nizamul Fahmi (Mahasantri STKQ Al Hikam Depok)
Editor: Eqtafa Berrasul Muhammad

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close