DaerahLembaga & Otonom

Di Hari Santri 2020, JQH NU Depok Akan Adakan Khotmil Qur’an

Jami’yatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) akan menggelar khotmil quran pada Hari Santri 2020. Kegiatan akan dihadiri puluhan hafid-hafidhon di Kota Depok.

Sejauh ini, sudah ada persiapan kegiatan dan konfirmasi dari peserta.

Ustadz Imam Nafi’ Junaidi selaku Ketua JQH NU Depok menjelaskan bahwa tujuan kegiatan khotmil quran dapat memperkuat soliditas santri dan ketahanan ideologi. Sejauh ini, koordinasi dengan berbagai elemen dan kader JQH terus diuapayakan.

“Sementara yang konfirmasi hadir ada 20-an Hafidz Hafidzon,” ucapnya pada 20/10/2020.

Dilansir dalam nu.or.id JQH NU merupakan organisasi para qori-qoriah, hafidz-hafidzah, para pecinta Al-Quran, yang bernaung dalam organisasi Nahdaltul Ulama. JQH NU didirikan oleh KH Wahid Hasyim pada tanggal 12 Rabul Awwal 1371 H bertepatan 15 Januari 1951 M, di rumah H Asmuni, Sawah Besar, Jakarta.

Tujuan organisasi ini adalah terpeliharanya kesucian dan keagungan Al-Qur’an. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an, terpeliharanya persatuan qurra wal-huffazh ahlussunah waljamaa’ah.
Organisasi ini pernah melakasanakan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) antar Pondok Pesantren seluruh Indonesia. Kemudian kegiatan ini diambil-alih Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) nasional sejak tahun 1968 sampai sekarang.

Di sisi lain, saat itu pula, JQH bisa dikatakan “mati suri”. Lalu, pada tahun 1992, saat KH Abdurahman Wahid menjadi ketua umum PBNU, JQH kembali diaktifkan. Pada tahun 1999, JQH mengadakan MTQ antar Pondok Pesantren di Garut, Jawa Barat.

Dalam sejarahnya, MTQ antar Pondok Pesantren yang digelar JQH ini, melahirkan qori-qoriah dan ulama al-Quran bertaraf nasional dan internasional seperti KH Abdul Aziz Muslim (Tegal), KH. Ahmad Syahid (Bandung) KH Tb Abas Saleh Ma’mun (Banten) KH M. Yusuf Dawud (Jawa Timur) H Muammar ZA (Pemalang) Hj Maria Ulfa Lamongan, dll.

Berdasarkan sejarah panjang berdirinya JQH NU tersebut, Ustadz Imam Nafi’ mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum di Hari Santri 2020 untuk membuktikan bahwa santri menjadi penjaga eksistensi Al-quran dalam peradaban modern.

“Kami akan kerahkan secara maksimal para Hafidz Hafidzon untuk hadir,” imbuhnya

“Memang Hari santri tahun ini beda. Kendati demikian tidak mengurangi substansi kegiatan. Ya kita berdoa semoga hikmak Khotmil Qur’an mempu menjadi wasilah doa keselamtan Bangsa. Corona segera sirna,” pungkasnya.

Kontributor: NUDepok.com | Editor: Sodiqul Anwar (Tim Media LTN NU Depok)

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close