DaerahSejarah
Terkini

Cerita Penggerak NU Sukmajaya, Terinspirasi dari Kiai Hasyim Asy’ari

Kiai Muhammad Nur fathuddin merupakan salah satu tokoh ulama muda yang melakukan dakwah ajarah Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah di Kota Depok. Di akui olehnya, dalam melakukan perjuangan dakwah bersama Nahdlatul Ulama terinspirasi dari Hadratus Syekh Kiai Hasyim Asy’ari.

Kiai Hasyim yang dikenal dengan pengasuh pondok pesantren Tebu Ireng Jombang bermula hanya mendidik beberapa santri dengan fasilitas bangunan sederhana. Berawal dari hanya padepokan santri, Kiai Hasyim berjuang membangun pendidikan pondok pesantren.

Hal sama juga dilakukan oleh Kiai Nur sapaan akrab Muhammad Nur fathuddin, dengan konteks zaman berbeda. Kiai Nur yang kini menjadi Idarah Ghusniyyah JATMAN Kecamatan Sukmajaya, sembilan tahun lalu mendirikan padepokan dan Majlis ta’lim.

“Awal nya Majlis zikir & kajian Tasawuf ini berawal setiap malam senin Sekitar Jam 02.00 Pagi , dan ini sudah hampir 9 tahun berjalan. Tahun 2010 kegiatan ta’lim dimulai,” terang kang Badai selaku lurah pondok senior melalui pesan seluler, pada Sabtu, 29 Februari 2020.

Kang badai menambahkan, majlis yang diberi nama “Annurul Isyroqi” dari dulu hingga sekarang sampai sekarang istiqomah mengajarkan kitab kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaah karya Kiai Hasyim. Hal ini diakui oleh kang badai menjadi bahan ajar paling dasar untuk memperkuat ideologi Aswaja Anahdliyah.

Kini Majlis Annurul Isyroqi melakukan pengembangan program pengajian. Oleh Kiai Nur dan para pengurus telah membuka beberapa jadwal pengajian dengan materi Muamalah, Tasawuf hingga Ilmu alat bahasa arab. Tidak hanya itu, Annurul Isyroqi awalnya nama majlis kini beralih menjadi nama pondok pesantren.

“Senin sampai sabtu Penuh dengan Materi-materi Ngaji layaknya Pondok Pesantren. Ada kitab Nahwu shorof. Ada kitab fiqih , tajwid & tahsin serta rutinan membaca Rathib Al haddad. Ada pula jadwal pengajian ibu muslimat. Untuk pemuda ada kegiatan Pencak silat Pagar nusa,” imbuh kang Badai.

Lebih lanjut kang badai sampaikan, nama yang kini menjadi nama pondok pensantren Annurul Isyroqi  mempunyai kisah tersendiri. Nama Pesantren yang dilandasi dengan ajaran tasawuf ini,  merupakan amanah dari Guru Mursyid Thoriqoh nya Kiai Nur.

“Pesantren Annurul isyroqi ini mendaptkan amanah untuk membukan Kajian kitab Tasawuf Dari kitab klasik karangan Tuan Syaih Abdul Qodir Al jilani “sirrur Asror,” kata Kang badai.

Diketahui pondok pesantren kecil ini beralamat di area perumnas Tepatnya Jln. Danau ranau no. 59 Sukmajaya.

Kontributor: Sodiqul Anwar (Tim Media LTN NU Depok)

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close