FikihKeislamanKhazanah

Bolehkah Puasa Bagi Anak Yang Belum Baligh Berpuasa Setengah Hari?

Salah satu rukun puasa adalah menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari (Maghrib). Dasar ketentuan ini adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187 berikut:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Artinya, “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam (waktu fajar), kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang waktu malam.”

Sehingga, jelas bahwa puasa setengah hari atau di beberapa daerah disebut “puasa bedug” yang dilakukan oleh anak kecil (belum baligh) yang belum kuat melaksanakan puasa penuh sebenarnya tidak ada. Ini yang perlu dijelaskan orang tua ke anaknya. Seusia mereka juga belum terkena kewajiban ibadah (mukalaf) semisal puasa atau sholat.

Laku bagaimana jika seorang anak yg belum baligh ingin puasa setengah hari?

Menurut Dr. Fakhrurrozi, Psikolog, jika seorang anak yang usianya masih 5 tahun atau selagi ia belum baligh, kemudian anak tersebut ingin puasa dan mampu sampai waktu dzuhur, maka orang tua boleh mengijinkan. Atau jika ada orang tua yang mau mengajarkan puasa bagi anak-anaknya, maka itu diperbolehkan. Namun orang tua perlu memberikan penjelasan bahwa itu latihan puasa, karena puasa (yang sebenarnya) itu batasannya sampai terbenam matahari yakni mulai masuk magrib.
Nanti kalau sudah akil baligh puasanya harus sampai maghrib, sehingga anak tidak kaget dan sudah terbiasa menahan lapar dan haus.

Rasulullah saw bersabda,

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَبْلُغَ وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يُفِيْقَ

Artinya, “Kewajiban (ibadah) diangkat dari tiga orang, yaitu anak kecil hingga ia baligh, orang yang tidur hingga bangun, orang gila sampai ia sadar.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hadits di atas menjelaskan bahwa anak kecil yang belum baligh belum terkena tanggungan ibadah seperti shalat, puasa, haji dan kewajiban-kewajiban syariat lainnya.

Hanya saja, Islam mengharuskan kepada orang tua untuk memerintahkan anak-anak mereka jika sudah berumur tujuh tahun untuk mulai berpuasa jika anaknya memang sudah kuat melaksanakannya. Bahkan jika sudah berumur sepuluh tahun (dan kuat) tapi tidak berpuasa, maka orang tua harus memukulnya dengan pukulan ringan yang tidak sampai menimbulkan luka.

Ketentuan ini pernah disampaikan oleh Syekh Abu Ishaq Ibrahim Asy-Syairazy dalam al-Muhadzdzab (1/325) berikut.

“Adapun anak kecil, maka tidak wajib baginya berpuasa, karena ada hadits Nabi saw, ‘Kewajiban diangkat dari tiga orang, yaitu anak kecil hingga ia baligh, orang yang tidur hingga bangun, orang gila sampai ia sadar.’ Anak kecil berumur tujuh tahun diperintahkan untuk berpuasa apabila ia kuat, dan anak yang sudah berumur sepuluh tahun dipukul jika meninggalkan puasa, diqiyaskan dengan shalat.”

Di dalam psikologi, ada teori conditioning (pengkondisian/pembiasaan). Teori ini menyebutkan bahwa sesuatu yang dilakukan terus menerus dan berulang serta bertahap maka akan membentuk kondisi, kebiasaan atau perilaku yang baru.

Seorang anak yang sejak kecil dilatih untuk berpuasa setahap demi setahap maka lama-lama akan terbiasa dan akan terkondisikan untuk menahan makan dan minum dalam waktu yang semakin lama. Mulai latihan puasa hingga jam 10.00 misalnya lalu meningkat sampai dzuhur lalu meningkat lagi hingga ashar dan terakhir bisa kuat sampai maghrib.

TIPS MENGAJARKAN PUASA PADA ANAK

Berikut ini beberapa tips bagi orang tua untuk melatih anak-anaknya berpuasa menuurut Dr. Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi, Psikolog:

Pertama, Berbasis Keteladanan

Berikan contoh atau teladan kepada mereka dengan menunjukkan perilaku yang selalu tampak ceria, jangan gampamg marah, tidak membentak, dan selalu berusaha sabar ketika puasa.

Kedua, Perkuat Hubungan

Selama Ramadhan, bagi oran tua disarankan untuk lebih banyak berinteraksi dengan anak. Hal itu bisa berupa melakukan ibadah-ibadah fardhu hingga aktivitas selama Ramadhan yang menyenangkan.

Ketiga, Pertimbangkan Usia

Minimal, saat anak-anak sudah menginjak usia TK B atau jelang naik kelas 1 SD. Di usia tersebut, secara fisik mereka sudah siap untuk menahan makan dan minum dalam waktu yang lama. Dan secara psikis, anak-anak juga sudah bisa diajari untuk menahan keinginan. Pada usia tersebut anak juga dianggap telah bisa menerima segenap aturan saat berpuasa, seperti memahami kapan diperbolehkannya makan dan minum, tidak boleh marah, tidak boleh menangis, tidak boleh bicara kasar, dan lain sebagainya.

Keempat, Bertahap

Pelatihan puasa pada anak juga bisa dilakukan secara bertahap. Jangan langsung puasa penuh sampai magrib. Bisa dimulai puasa sampai jam 10 jelang siang, lalu makan dan minum. Setelah itu diminta untuk puasa kembali sampai jam 13.00 atau 14.00, dan seterusnya.

Jika anak-anak sudah dianggap bisa, maka sedikit demi sedikit durasi puasa bisa diperpanjang. Misalnya puasa dari pagi gingga jam 12.00 lalu lanjut kembali hingga magrib.

Kelima, Utamakan Hadiah bukan Hukuman

Bagi yang berhasil, boleh diberikan reinforcement positive (konsekuensi yang menyenangkan) demi menambah kesemangatan pada anak-anak. Bentuknya, tidak harus materi. Tapi bisa juga berbentuk pujian, pelukan, ciuman, kehangatan hubungan, dan lain-lain.

Untuk punishment (hukuman), tidak dianjurkan untuk dilakukan jika anak gagal mencapai latihan puasanya. Karena akan membuat anak takut dan puasa akan dilakukan dengan penuh keterpaksaan.

Kesimpulannya, dalam Islam tidak ada puasa bedug atau setengah hari. Akan tetapi hal itu bisa diterapkan bagi anak kecil yang belum baligh jika memang dia belum mampu berpuasa penuh sebagai bentuk latihan.

Ajarilah anak berpuasa dengan bijak. Sesuaikan dengan umur dan tahap perkembangannya. Jangan memaksakan mereka melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya.

Jadikan puasa sebagai sarana membangun kebersamaan dengan anak. Hindari semua bentuk hukuman dan berilah apresiasi atas sekecil apapun atas keberhasilan anak saat berpuasa.

SELAMAT BERBAHAGIA DI BULAN RAMADHAN

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close