DaerahLembaga & OtonomNasional

Bentuk Kader Ruqyah NU, Upaya Dakwah Jalur Supranatural dan Medis

Dalam rangka memperbanyak jalur dakwah, Pengurus Wilayah Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jawa Barat bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), PCNU Kota Depok, mengadakan pelatihan dan ijazah Kubro Ruqyah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua LDNU Ki Kelana di sela-sela kegiatan Ijazah Qurbro Jam’iyah Ruqiyah.

“Selama ini warga Nahdliyin jarang yang ahli ruqyah mulai menipis. Padahal potensi untuk media dakwah cukup strategis. Pun soal nilai ekonomisnya bagus,” terang ki Kelana, di gedung PCNU, lantai 3, Rabo 8 September 2021

Lebih lanjut Ki Kelana sampaikan, Maka dari itu, kader potensial NU yang mempunyai kemampuan dasar supranatural dan dunia medis dilatih. Agar kemampuan ruqyah semakin profesional dan tidak melenceng dari Aqidah.

“Materi kita siapkan sesuai ajaran Aswaja. Ruqyah ini berbasis alquran dan bersifaf materi keilmuan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Ia sampaikan, materi yang disampaikan dihadapan puluhan peserta antara lain, Mengenal sejarah ruqyah dalam Islam. Sejarah dan hukum ruqyah.

“Kita juga hadirkan narasumber yang mempunyai ilmu Prinsip pengobatan dalam Islam. Selanjutnya, Alasan harus ruqyah Aswaja. Serta Praktik meruqyah penyakit medis dan Non Medis,” pungkasnya.

Ketua Tanfidz PCNU Kota Depok, Kiai Achmad Solechan memberi komentar pentingnya strategi dakwah dari berbagai jalur. Ia pun menyinggung sejarah Wali Songo berdakwah juga melalui berbagai media seni.

“Dakwah kecerdasan Wali Songo perlu kita praktikan di zaman ini. Tinggal kita korelasikan media dakwah yang pas sesuai kondisi masyarakat. Kemampuan Ruqyah hari ini banyak dicari masyarakat,” tuturnya.

Memantau informasi dari ketua pengurus wilayah JRA Jawa Barat Saepul Ulum Abdullah Al-Haj, pelatihan dan ijzah Kubro ruqyah merupakan kegiatan Roadshow di beberapa kota di Jawa Barat.

“Setelah Depok kegiatan Pelatihan dan Ijazah kubro, dilanjutkan ke Kabupaten Bogor, Bekasi, Kerawang, Cirebon, purwarkata,” tulisan Saepul, di laman media sosial pribadi.

Sebagai informasi tambahan, kepengurusan JRA terbentuk dari tingkat nasional hingga di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Adapun Mujis dan Founder JRA pusat, KH. Allamah Allaudin Shidiqy, M.Pd.I. Ia juga di kenal dengan sebutan Gus Ammak.

Maulanan Malik Ahmad

Tags

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close