DaerahLembaga & Otonom

14 Pendekar NU Peguron Sapu Jagat Siap Mengabdi dan Dakwah

Sejumlah 14 pendekar Pencak Silat Peguron Sapu Jagat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama Kota Depok resmi dilantik pada (29/11/20). Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Peguron Sapu Jagat, Gus Yusuf Efendi (Gus Cokro).

“Saya hadir langsung untuk melantik pengurus Peguron Sapu Jagat Cabang Kota Depok ini,” kata Gus Yusuf Efendi (Gus Cokro), Guru Besar Peguron Sapu Jagat, Minggu, 29 November 2020.

Dalam kesempatan berbicaran Gus Cokro memberi pesan pentingnya organisasi dijadikan media dakwah.

“Peguron Sapu Jagat ini kita dirikan untuk sarana dakwah melalui dzikir, melestarikan tradisi luhur dan seni bela diri.” Kata Gus Cokro

Kegiatan yang dilakukan di SMP Islam Nurus Skhi Tapos Depok, ini juga dihadiri oleh perwakilan Ikatan Pencak Silat Indonesi (IPSI) Depok, Tedi Purba dan Nurrahman yang memberikan surat keputusan (SK) kepada Ketua Peguron Sapu Jagat, Ustadz Aenal yakin.

“Kami sangat mengapresiasi terbentuknya Peguron Sapu Jagat di bawah naungan Pagar Nusa ini. Semoga bisa melestarikan nilai-nilai budaya dan seni melalui pencak silat.” Ungkap Tedi Purba.

H. Basan Basri selaku Ketua Lembaga Pendidikan Islam Nurus Skhi, menyampiakan turut bergembira, karena lembaganya digunakan untuk acara pelantikan serta tempat latihan rutin.

“Kami mendapat kehormatan, bisa dijadikan tempat untuk acara ini. Mudah-mudah bisa memotivasi anak muda untuk menyalurkar bakatnya di bidang bela diri dan seni in.” Pengakuan Basri.
Menurut penuturan ketua Peguron Sapu Jagat Cabang depok, Ustadz Aenal, awal tahun 2020 dirinya dipanggil oleh Gus Cokro untuk mendirikan Peguron Sapu Jagat di daerahnya, Tapos.

Masih menurut Aenal, Peguron Sapu jagat ini didirkan oleh Gus Cokro sekitar tahun 2003. Pada waktu itu beliau tergerak untuk mendakwahkan islam kepada kaum marjinal, anak-anak muda yang hidupnya di jalanan. Bahkan, di antara mereka pemakai narkoba. Sejak itulah Peguron Sapu Jagat ini terus membentuk cabang-cabang baru di beberapa daerah.

Harapannya, mereka bisa kembali kepada ajaran islam yang ramah dan menyenangkan. Dengan cara diajak rutinan dzikrul ghafilin di pusatnya, yaitu daerah Condet, Jakarta timur.

“Program kami kedepan adalah rekrutmen anggota dan melaksanakan ujian kenaikan tingkat (UKT) di bulan Desember ini.” Imbuh Aenal.

Latihan rutin dilakukan di SMP Islam Nurus Skhi tapos setiap hari sabtu. Dan di pesantren Tubagus Pangeling setiap ahad pagi dan malam yang dipimpin oleh Bapak Syarif dari Sukamaju Baru.

Acara nampak meriah. Diawali dengan dzikir bersama dan atraksi pencak silat dari para pendekar terlatih. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Tanfidhiyah MWC Tapos, tamu undangan dan masyarakat sekitar.

Pewarta: Moch Ikmaluddin.
Editor: sodiq (Tim Media LTN NU Depok)

Artikel yang berkaitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close